Check Domain Name

Check Domain Name ?

RSS Feed
Welcome to ANAK2KU.COM
image

Zinatul Faizah, MD Paed

081xxxxxxxxx


Hi! I am Faizah, Paediatrician. We can share everything about child health in this Website, please contact me on "ASK THE DOCTOR" and we can find that it's fun to talk about our children and their future.
Click for ask the doctor

YM:mdfaizah@yahoo.com

       izahmd@hotmail.com

Magister Gizi Masyarakat Undip
Paediatrics UNDIP
Faculty of Medicine Diponegoro University
Indonesian Paediatric Society

 

RSIA Hermina Pandanaran Semarang
.

Tips untuk merangsang ASI agar keluar lagi

Ibu ingin menyusui bayinya kembali setelah terhenti karena sesuatu sebab disebut dengan Relaktasi atau Induksi Laktasi. Hal ini dimungkinkan, dengan cara-cara khusus untuk memacu kembalinya produksi ASI. Untuk bisa menyusui kembali, Ibu harus punya keinginan dan motivasi yang sangat kuat, dan tidak cepat putus asa karena waktu yang dibutuhkan sampai ASI terproduksi kembali adalah sekitar 1 – 2 minggu. Bahkan seorang wanita yang sudah menopause, seorang nenek, atau perempuan yang mengadopsi bayi, dapat memproduksi ASI bila bayi mengisap dari payudaranya.

 

Beberapa cara yang dapat digunakan adalah pemberian ASI dengan suplementer dan dengan metode syringe atau Dropper.

Pemberian ASI dengan suplementer adalah cara untuk memberikan suplemen (susu formula atau lainnya) dengan alat, sementara bayi mengisap pada payudara ibu yang belum memproduksi banyak ASI.

Tujuannya adalah menstimulasi payudara ibu agar memproduksi ASI lewat isapan bayi pada payudara ibu, dengan bayi tetap mendapatkan susu karena bayi dapat frustrasi bila mengisap payudara yang kosong.

 

Prosedur penggunaan suplementer :

1.    Gunakan tabung / pipa nasogastrik halus dari bahan plastik ukuran F5 dan sebuah cangkir untuk mengisi susu.

2.    Buat lubang kecil dekat ujung tabung plastik sebagai tambahan untuk ujung tabung.

3.    Cangkir diisi susu formula untuk sekali pemberian

4.    Letakkan ujung pipa nasogastrik yang satu sepanjang puting agar bayi mengisap tabung melalui pipa dan puting bersama-sama.Lekatkan dengan plester pada payudara.

5.    Letakkan ujung lainnya pada cangkir susu

6.    Agar susu tidak terlalu cepat keluarnya, ikat tabung atau beri klip kertas.

7.    Atur agar aliran susu membuat bayi mengisap selama kurang lebih 30 menit bila mungkin.

8.    Meninggikan posisi cangkir akan membuat susu mengalir lebih cepat, dan sebaliknya.

9.    Biarkan bayi juga mengisap tiap kali bayi menghendakinya, tidak hanya ketika menggunakan suplementer.

10. Sterilkan tabung dan cangkir tiap kali selesai digunakan.

11. Jumlah susu formula yang diberikan dikurangi berangsur-angsur sesuai produksi ASI dari payudara ibu, bertahan sampai bayi benar-benar hanya mendapatkan ASI dari ibu.

 

Metode syringe dropper :

1.    Gunakan syringe ukuran 5 atau 10 ml.

2.    Ambil pipa plastik halus sepanjang 5 cm, letakkan pada ujung alat, termasuk ujung adaptornya.

3.    Isi susu pada cangkir untuk sekali pemberian

4.    Isi syringe dengan susu

5.    Tiap kali diisi kembali sampai bayi sudah mengisap selama 30 menit ( di tiap payudara selama 15 menit)

 

Penggunaan dropper :

Susu diteteskan langsung ke mulut bayi sambil bayi mengisap payudara ibu.

 

Hindarkan penggunaan dot, karena selain menyebabkan bingung puting, bayi menjadi malas mengisap payudara ibu. Jika karena sesuatu sebab bayi tidak dapat menetek secara langsung, ASI sebaiknya diberikan dengan cangkir (cup feeding) atau sendok, bukan dengan dot.

 

(Sumber : Manajemen Laktasi; Perinasia; Jakarta : 2009)

Wed, 2 Mar 2011 @11:20

Copyright © 2014 Zinatul Faizah · All Rights Reserved